langit sore di teras rumah

malu-malu aku menuliskan ini.
kita belum lama kenal, tapi aku sudah menyuratimu seperti ini.

sebenarnya aku sudah kenal lama dengan adikmu.
kami sering bermain bersama, saling bertatapan, tertawa, atau sekedar merenung saja.
aku paling suka jika berjumpa ia di pematang sawah, atau di tepi pantai dengan irama nyanyian ombak dari lautan. ahh dia keren sekali dengan jingganya yang memerah. terlihat cantik dan tampan di saat bersamaan.

Read the rest of this entry »


hey, kamu.. (kukirimkan pelukan ini untukmu)

hey, kamu.

surat ini dituliskan khusus untukmu.

kamu sedang apa?
sedang bersedih kah?
sedang bahagia kah?
sedang murung kah?
sedang galau? ah, ternyata kamu bisa galau juga, ya?

sebenarnya, sekarang aku sedang mengumpulkan pelukan, pelukan terhangat dan tererat yang aku punya, pelukan-pelukan yang ku tata rapi berjejal penuh dalam kotak besar dan kututup rapat agar tak menguap lalu lenyap di udara. eh, aku aneh ya?

dan surat ini,
kukirimkan beserta paket kotak berisi semua pelukan tersebut, untukmu.

semoga sampai, dengan selamat.
dan sesegera mungkin, ke tempatmu.
siapa pun kamu, di mana pun kamu.

tertanda,
pengumpul rindu dan pelukan untukmu.

Read the rest of this entry »


cerita di bangku taman

hey, usagi. hey, sailormoon pencuri.

kamu ingat lagu nicole dari gravenhurst?
ya, kita ingat lagu ini.

aku senang bisa mengenal lagu ini darimu, hingga sangat menyukainya. dan tentu saja karena ada potongan namaku di dalamnya, juga karena kamu pun memang menyukainya. Read the rest of this entry »


hai, cantik..

hai, cantik.

aku suka caramu berbisik.
bisikan lembut yang selalu membuatku terjaga di gelap malam buta.
aku suka caramu memanggil namaku. penuh rasa.
menggetarkan jiwa.
aku suka caramu tertawa, renyah dan tak henti.
menusuk hati.
aku suka caramu membekukanku, menyihir menjadi batu, membisu.
kamu selalu berhasil membuatku diam terpaku dengan cara-caramu itu.
Read the rest of this entry »


ikut abang dangdutan, yuk?

untukmu, si cantik jelita.

apakah ini surat cinta?
anggap saja begitu, sebagai ungkapan kekagumanku padamu.

dulu, kita sering bertemu. tak berjarak.
kamu di dalam televisi dan aku setia duduk di kursi, memandangi, sebuah sinetron “cerita cinta” di akhir tahun 90an. saat itu aku masih berseragam putih biru, dan kamu sebagai miranda si guru piano. dulu kamu masih agak kucel, iya kucel, seperti yang pernah aku katakan, dan aku mengatakannya lagi di sini. *dicubit
Read the rest of this entry »


pesawat kertas terbang tinggi..

hai,
apa kabar?
semoga kau tak sedang kedinginan, menggigil sendirian.

di sela malam yang dingin,
aku menulis surat ini yang kutujukan lagi untukmu. tapi apakah suratku yang sebelumnya sudah sampai padamu?
sudah kau baca?

sepertinya tidak mungkin ya kau membacanya. ah.

surat yang lalu benar-benar sudah kulipat menjadi pesawat kertas, pesawat kertas yang sangat bagus bagiku. aku menerbangkannya.
kau tahu? pesawat kertas itu pun terbang tinggi!
hebat, ya?

Read the rest of this entry »


surat dalam pesawat kertas

sebelumnya maaf, jika aku agak kaku. aku tak tahu harus dari mana memulai surat ini.
sepertinya inilah surat pertama yang benar-benar kutujukan untukmu, setelah sekian lamanya.


hai. apa kabar?
baik? sehat? semoga selalu begitu.
masih ingat aku? iya, aku yang dulu sering menangis jika difoto, tapi selalu bergaya congkak dengan kedua tangan di pinggang.
masih ingat? kita sering berbincang saat malam sebelum aku terlelap, sambil meluruskan kaki sampai sejajar dengan dinding.
rasanya sudah lama sekali ya masa-masa itu. tapi mungkin kau sudah lupa, karena aku pun terkadang mulai lupa dengan berbagai kenangan kita, bahkan ada banyak hal yang tak bisa kuingat. menyedihkan ya? hihi.

Read the rest of this entry »


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.